Writerpreneurship: Sebuah ‘Pisau Dapur’

“Kumenulis sepenuh jiwa, menulis dengan detail sehingga orang lain akan menghargai setiap tulisanku tanpa aku memintanya.” (hal 153)

Membaca buku ini sambil memandang tumpukan tulisan yang urung saya perjuangkan untuk terbit. Menurut buku ini, berhenti memperjuangkan tulisan kita sama dengan mengkhianati mimpi sendiri 😯

-continue reading

Advertisements