Aku Bisa Dengar, Aku Bisa Bicara

Judul buku: I Can (not) Hear: Perjalanan Seorang Anak Tuna Rungu Menuju Dunia Mendengar
Penulis: Feby Indirani dan San C. Wirakusuma
Editor: Christian Simamora
Proofreader: Gita Romadhona, Alit Tisna Palupi, Resita W. F.
Penata letak: Wahyu Suwarni
Desainer cover: Dwi Anissa Anindhika
Fotografer cover: Photomax
Digital imaging: Eddie Targo
Penerbit: GagasMedia, cetakan kedua, 2009
Tebal: 352 hal
ISBN: 979-780-363-5

Sekian tahun punya bukunya, baru sekarang saya bisa menuliskan reviewnya dengan merasa ‘baik-baik saja’ ☺

“Mengapa hal ini harus terjadi pada kami? Mengapa kami dikaruniai ‘lotere’ tunarungu pada anak pertama kami?….. Menolak takdir ini pun tidak lantas membuat keadaan berubah menjadi lebih baik. Ketika kami sudah bisa menerima kenyataan, pada titik itulah kami bisa bangkit dan terbuka terhadap lebih banyak kemungkinan untuk Gwen. Gwen memang lahir tuli, tapi itu bukanlah akhir dari segalanya…” (hal.4)

Di usia enam bulan, Gwen belum mengenal suara, tak bereaksi pada panggilan, kejutan, bahkan suara bising sekalipun. San San, ibunya, mulai panik. Bersama John, suaminya, mereka menghubungi dokter kandungan dan tenaga ahli lainnya, menjalani berbagai macam tes; demi mengetahui, kenapaaa?

Continue reading Aku Bisa Dengar, Aku Bisa Bicara

Advertisements