Perempuan Kembang Jepun: Wanita-wanita Yang Malang Dalam Cinta

​Judul buku : Perempuan Kembang Jepun

Penulis : Lan Fang

Desain kaver : Eduard Iwan Mangopang

Ilustrasi dalam : Bambang AW

Foto kaver : Peter Wang

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2007

Tebal : 288 hal

ISBN-10 : 979-22-2404-1

ISBN-13 : 978-979-22-2404-7

Ia tidak pernah lagi mengucapkan kata “ibu” sejak ayahnya mengajaknya pergi meninggalkan perempuan yang selama ini dipanggilnya “ibu”, karena perempuan itu selalu membuat matanya berembun dan bergerimis bila ingat bahwa biduk hidupnya pecah dan karam terantuk parut di seluruh wajahnya dan bilur di seluruh hatinya. (hal. 21)

“Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di kamar sempit mereka, naluriku sudah mengatakan bahwa perempuan yang untuk selanjutnya kupanggil ‘ibu’ itu tidak menyukaiku. Matanya melotot lebar, mulutnya mengomel sepanjang hari, dan wajahnya selalu membiaskan kebencian dan rasa permusuhan. Bukan cuma sumpah serapah, rasa lapar, pantat piring seng di mulutku, pukulan atau cubitan yang kuterima selama bertahun-tahun, tapi juga penghinaan!…”

“Ia selalu menyebutku ‘lont* kecil’!” seruku histeris bagaikan aum macan terluka. (hal. 244)

-continue reading->

XX: Jalani Hari Ini

​Judul buku : XX

Penulis :AR Arisandi

Desain dan ilustrasi sampul : eMTe

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2007

Tebal : 216 hal.

“Seorang laki-laki membuat kesalahan dan membelokkan jalan hidup yang harusnya kamu lalui,” kata Archie. “Tidak bisakah seorang laki-laki lainnya membuat kebaikan dan mengembalikanmu ke jalan semestinya? Aku mempermalukan diriku sendiri di depan teman-temanmu dengan tujuan menebus dosa-dosa yang dibuat ayahmu.” (hal.211)

“Justru ketika dia sudah berada dalam genggamanku, aku baru bisa merasakan aku tak ingin memilikinya. Sisi romantis dalam manusia kaku dan pemalu ini selalu mengharapkanku hidup bersama perempuan yang memiliki cinta yang tak terbeli. Aku menemukannya di dalam dirimu, sayangnya cintamu bukan untukku.” (hal. 210)

Donna, Liana, Archie.

Sebuah cinta segitiga, dengan satu sambungan tak penuh.

-continue reading->

Athirah: Tabik

 ​Judul buku: Athirah

Penulis: Alberthiene Endah

Penerbit: Noura Books, 2013

Tebal: 324 halaman

Novel ini sudah menjadi incaran saya sejak pertama terbit. Penasaran dengan siapakah Emma, siapakah Athirah? Jusuf Kalla yang hampir selalu terlihat menempel dan begitu mesra dengan ibu Mufidah, mungkinkah mendua? 😯

Alberthiene Endah, yang sudah lincah menovelkan biografi tokoh-tokoh lain, menuliskan dengan begitu apik. Ada bagian kisah yang begitu runut, dipadukan dengan beberapa unggahan kisah di masa lampau. Sesekali menguras emosi dan air mata, namun sarat pesan moral akan arti sebuah kesetiaan, ketangguhan, ketekunan, penghormatan, dan juga cinta.

Tabik, Athirah. Ini pelajaran yang sangat berharga untuk semua ibu, semua istri, dengan pengalaman uniknya masing-masing.

-continue reading->

Airframe: Petaka, Media, Taktik

​Judul buku: Airframe (Petaka Di Angkasa)

Penulis: Michael Crichton

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011

Tebal: 551 hal

Sebuah kecelakaan penerbangan terjadi di pesawat Norton 22. Kecelakaan ini mengakibatkan puluhan orang luka berat dan beberapa lainnya meninggal. Pesawat ini memiliki reputasi terbang yang cukup handal serta diterbangkan oleh seorang pilot berpengalaman, John Chang. Awalnya, diperkirakan penyebab kecelakaan adalah masalah turbulensi, kemudian masalah pelebaran rusuk pesawat yang tiba-tiba, lalu masalah piranti palsu, hingga akhirnya ditemukan juga bahwa terjadi human error dalam penerbangan komersil ini. Apakah itu?

Continue reading Airframe: Petaka, Media, Taktik