Kelas Rumah

Judul Buku: Homeschooling Rumahku Kelasku, Duniaku Sekolahku
Pengantar: Prof. Dr. Arief Rahman, MPd
Editor: Chris Verdiansyah
Penerbit: Kompas-Gramedia, Juli 2007
Tebal: 162 hal

Buku ini merupakan kumpulan tulisan mengenai pendidikan rumahan dan pendidikan alternative, yang pernah dimuat di Harian Kompas. Dibuka dengan pengantar yang disampaikan oleh Arief Rahman, yang mencoba mengemukakan mengenai homeschool yang seringkali dipandang sebagai les privat.

Artikel awal sempat membuai para pembaca bahwa homeschool adalah sebuah pilihan yang harus diambil di tengah carut marut pendidikan dan bobroknya system pemerintahan yang masih sering diributkan dengan pembinaan akhlak yang tak terkendali. Korupsi di segala tingkat, mulai dari yang paling rendah, seperti pungli dan kecurangan dalam UNAS, hingga tingkat nasional yang baru saja mendera ketua MK, sebagai sebuah lembaga yang seharusnya mengayomi pengejawantahan hukum di mata masyarakat. Bahkan dicontohkan, para tokoh seperti Buya Hamka, KH Agus Salim, dan Ki Hajar Dewantara adalah tokoh yang sekolah dengan system sekolah rumah (hal 19).

-continue reading->

Advertisements

Heroes: Pahlawan Banyak Bidang 

Judul Buku : Heroes
Penulis : Tim Kick Andy dan Arief Koes H.
Penyunting : Ikhdah Henny
Perancang sampul : Regolmedia
Pemeriksa aksara : Nunung, Chalida N.A.
Penata aksara : Beni
Penerbit : Bentang, Yogyakarta 2011
Tebal : 206 hal

“Karena kondisi sang ayah, putri Sidik sempat diejek oleh teman-temannya. Kalau sudah begitu, dengan sabar Sidik memberi pengertian. “Enggak usah marah, kita enggak ngemis, kita punya usaha, enggak merepotkan orang lain,” ujar Sidik pada putrinya. Sang putri justru bisa membantah dengan caranya sendiri. Kepada kawan yang mengolok dirinya, putri Sidik menyahut. “Coba kamu yang punya ayah seperti ayahku, paling juga kamu sia-siakan,” tiru Sidik sambil tersenyum.” (hal. 35)

Sidik, pria kelahiran 1962 yang terlahir tanpa kaki, menikah dengan seorang wanita penderita polio, namun memiliki 3 putri normal.

Continue reading Heroes: Pahlawan Banyak Bidang 

A Series Of Grudges

Judul buku: The Count of Monte Cristo
Penulis: Alexander Dumas
Penerbit: Bentang Pustaka, 2011
Tebal: 563 halaman

Sudah difilmkan lima kali dan syukurlah, saya belum nonton sama sekali, sehingga buku ini masih ‘suci’ dari imaji harapan. Hanya pengantar yang sangat singkat, tentang awal kisah dari sejumlah intrik yang sangat Hollywood. Sangat Holmes. Hampir sempurna dan tahu segalanya 😉

Continue reading A Series Of Grudges

Ibu Yang Handal

Judul buku : Rock ‘N Roll Mom
Penulis : Bunda Iffet dan Dharmawan S.
Penyunting : Laura Khalida
Penyelaras aksara : Alfiya, Herlina Sitorus
Pewajah sampul : Windu Tampan
Penata letak : elcreative
Penerbit : Hikmah, November 2010
Tebal : 303 hal

“Mama ingat kan perjanjian kita dulu? Saya tidak ingin ada dualisme dalam pendidikan anak-anak kita di rumah. Biarlah saya yang mencoba mencukupi apa yang kita butuhkan, sesederhana apapun itu. Tugas Mama menjaga dan mendidik anak-anak. Mama tahu, itu saya lakukan bukan karena kurang menyayangi mereka. Justru karena kasih sayang itu saya merasa harus membatasi diri untuk terlibat lebih dalam membina dan mengembangkan jiwa anak-anak kita.” (hal. 65)

“Tahukah Mama mengapa saya percaya dan menyerahkan pendidikan anak-anak kita sepenuhnya?” Dia bertanya, retoris. “Karena saya percaya Mama sepenuhnya pula. Bukan hanya karena Mama tamatan guru sekolah taman kanak-kanak yang begitu mencintai anak-anak. Saya percaya penuh karena saya yakin Mama bisa.” (hal. 66)

Continue reading Ibu Yang Handal

Layang-Layang Biru: Berdamailah 

Judul buku : Layang-layang Biru
Penulis : Meiliana K. Tansri
Desain dan ilustrasi sampul : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 224 hal

“Aku ingin menjalani hidupku dengan bahagia, Wan,” kataku. “Semua yang pernah ada di antara kita biarlah selesai sampai di sini. Mulai sekarang lebih baik kita berusaha hidup berdampingan dengan rukun demi Laura.” (hal. 110)

“Kau tahu tidak, Setiawan masih mencintaimu. Dia tidak pernah berhenti memikirkanmu, bahkan dalam mimpinya. Mungkin sebelum tanah kuburanku kering dia akan memintamu untuk kawin dengannya supaya Laura tetap memiliki ibu. Tetapi kau harus ingat, aku tidak akan pernah merestuimu. Jika kau berani menikah dengannya, setelah mati aku akan menjadi hantu penasaran untuk mengganggu hidupmu supaya kau tidak pernah merasa tenang!…” (hal. 133)

Continue reading Layang-Layang Biru: Berdamailah 

Perempuan Kembang Jepun: Wanita-wanita Yang Malang Dalam Cinta

Judul buku : Perempuan Kembang Jepun
Penulis : Lan Fang
Desain kaver : Eduard Iwan Mangopang
Ilustrasi dalam : Bambang AW
Foto kaver : Peter Wang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal : 288 hal
ISBN-10 : 979-22-2404-1
ISBN-13 : 978-979-22-2404-7

Ia tidak pernah lagi mengucapkan kata ‘ibu’ sejak ayahnya mengajaknya pergi meninggalkan perempuan yang selama ini dipanggilnya ‘ibu’,karena perempuan itu selalu membuat matanya berembun dan bergerimis bila ingat bahwa biduk hidupnya pecah dan karam terantuk parut di seluruh wajahnya dan bilur di seluruh hatinya. (hal. 21)

“Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di kamar sempit mereka, naluriku sudah mengatakan bahwa perempuan yang untuk selanjutnya kupanggil ‘ibu’ itu tidak menyukaiku. Matanya melotot lebar, mulutnya mengomel sepanjang hari, dan wajahnya selalu membiaskan kebencian dan rasa permusuhan. Bukan cuma sumpah serapah, rasa lapar, pantat piring seng di mulutku, pukulan atau cubitan yang kuterima selama bertahun-tahun, tapi juga penghinaan!…”

“Ia selalu menyebutku ‘lont* kecil’!” seruku histeris bagaikan aum macan terluka. (hal. 244)

Continue reading Perempuan Kembang Jepun: Wanita-wanita Yang Malang Dalam Cinta

XX: Jalani Hari Ini

Judul buku : XX
Penulis :AR Arisandi
Desain dan ilustrasi sampul : eMTe
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal : 216 hal.

“Seorang laki-laki membuat kesalahan dan membelokkan jalan hidup yang harusnya kamu lalui,” kata Archie. “Tidak bisakah seorang laki-laki lainnya membuat kebaikan dan mengembalikanmu ke jalan semestinya? Aku mempermalukan diriku sendiri di depan teman-temanmu dengan tujuan menebus dosa-dosa yang dibuat ayahmu.” (hal.211)

“Justru ketika dia sudah berada dalam genggamanku, aku baru bisa merasakan aku tak ingin memilikinya. Sisi romantis dalam manusia kaku dan pemalu ini selalu mengharapkanku hidup bersama perempuan yang memiliki cinta yang tak terbeli. Aku menemukannya di dalam dirimu, sayangnya cintamu bukan untukku.” (hal. 210)

Donna, Liana, Archie.

Sebuah cinta segitiga, dengan satu sambungan tak penuh.

Continue reading XX: Jalani Hari Ini