Bedebah Negeri (Siapa)

Sejak membaca karya awalnya berkarier, Moga Bunda Disayang Allah, saya memutuskan tak akan membeli bukunya TL. Bukan gue banget. Baca sih tetep, tapi pinjam aja deh 😉

Kenapa kemudian beli buku ini, adalaha karena dia bilang ini novel politik yang menyindir SBY. Asyik nih, politik yang dibungkus menjadi novel jauh lebih meyakinkan dan mendebarkan daripada urusan real politik itu sendiri. Ada simpang siur data dan fakta yang berpotensi memicu banyak konflik, melibatkan banyak kepentingan, dengan disclaimer ‘fiktif’ 😉

Novel bahkan bisa menjadi lebih real daripada kenyataan di lapangan ya. Semisal tenggelamnya kapal Titanic sudah terjadi dalam bentuk novel, bertahun-tahun sebelum malapetaka itu terjadi.

Continue reading Bedebah Negeri (Siapa)

Advertisements

The Peculiar Wizard, The Wights of Death Eaters, The Loop of 6 3/4

Ini hasil semedi membaca versi Inggris, lumayan banyak sinau lagi. Setelah selesai mumet bikin review, browsing, lhah menemukan versi Indonesia 😕 Tentu aja gak kepikiran beli, kan udah baca 😂. Jadi kalau ada istilah yang tak sepadan dengan terjemahan ciamiknya Gramedia, maklumkanlah kefakiran translasi saya, hehehe…

Abraham Portman atau Abe, menceritakan dan menunjukkan banyak foto aneh dari masa lampau, kepada Jacob, cucunya. Seperti foto gadis yang bisa melayang, seorang tanpa kepala, seorang berbadan bayi dan berwajah dewasa, anak lelaki dengan banyak lebah di sekitar tubuhnya. Meski Abe tak henti menceritakan banyak hal pada cucunya, Jacob menganggap itu semua hanyalah semacam fantasi atau lelucon belaka.

Suatu hari, kakeknya terdengar panik di telpon dan mengatakan bahwa dia dikejar sesuatu. Belum sempat memahami apa yang sedang terjadi, Jacob menemukan kakeknya di hutan, dalam kondisi terluka parah dan sekarat. Saat meregang nyawa, Abe memberikan beberapa pesan terakhir yang menjadi teka-teki bagi Jacob.

Continue reading The Peculiar Wizard, The Wights of Death Eaters, The Loop of 6 3/4

#TNTrtw1: Pemerintah Dan Wisata Alam

Percayalah kepuasan itu bukan karena kita bisa jalan-jalan gratis. Kepuasan sesungguhnya adalah bila kita bisa jalan-jalan dengan menggunakan hasil keringat sendiri! (hal 131)

Ini adalah buku kedua Trinity tentang Naked Traveler yang saya baca. Buku paling awal yang berwarna biru itu, saat pertama Trinity mengepakkan sayap di dunia traveling dan seluk beluk komersialisasinya. Saat itu dia masih mbak-mbak kantoran, yang meributkan kenapa hanya ada 12 hari cuti, membandingkan dengan negara-negara di Eropa yang pekerjanya bisa cuti hingga 40 hari dalam setahun.

-continue reading->

Cinta Itu Akan Menemukanmu

“Jika tak kau temukan cintamu, biarkan cinta yang menemukanmu.” (hal 83)

Perajin kata-kata, begitulah Asma Nadia menyebut dirinya. Tak perlu menunggu lama untuk menuntaskan novel yang cukup tebal ini. Kata-katanya indah dan puitis. Tak sekadar berpuisi, Asma Nadia memang mahir “menyihir”. Jalinan ceritanya menarik, tema klasik tentang cinta, dengan tetap menyelipkan sejumlah muatan semangat berdakwah.

Menggunakan dua setting, flashback dan kekinian, satu nama dalam dua cerita.

-continue reading->

Waspada Itu Tak Sama Dengan Takut

Kak Dian, sang penulis ini, seolah tak pernah kering ide untuk mengeksplore dunia anak-anak yang mulai jarang dipublikasikan dari sudut pandang yang sangat anak-anak. Banyak memang penulis anak-anak, namun kebanyakan dari mereka berbicara tentang mimpi sendiri, yang sebagian terkontaminasi oleh dunia orang dewasa.

Ilustrasi buku ini sangat manis, mengingatkan saya pada ilustrasi ala English, seperti Noddy atau animasi Postman Pat.

Judul Buku : Seri Aku Anak Cerdas, Saat Di Luar Rumah
Penulis : Dian K.
Ilustrasi : Evan RP
Penyunting : Putri Sastra
Desain : Maretta Gunawan
Penata Letak : Annisah Dwi R.
Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2013
Tebal : 63 hal

Antara Janji Dan Waktu

Buku ini terdiri atas 10 dongeng, dengan ilustrasi dari beberapa orang dan studio yang berbeda, jadi sangat variatif. Judulnya Sapu Terbang Tercepat, Masakan Ibu Dido, Putri Tinka Tak Punya Teman, Penghuni Negeri Pelangi, Jam Beker Raksaasa, Ulah Hantu Kecil, Hilangnya Suara Para Peri, Teko Usang di Dapur Istana, Tak Harus Es Krim, Hari Buruk Tania.

Favorit anak saya, tentu saja Jam Beker Raksasa, yang dalam sehari bisa mengulang 2-3 kali.

-continue reading->