Kesunyian Yang Menawan

“Saya harus bisa berbesar hati menerima berbagai macam bahasa, termasuk bahasa isyarat. Saya yakin semua orang tua pasti berharap anaknya yang tuli bisa berbicara, namun akhirnya saya menyadari bahwa kelompok anak tuli adalah kelompok minoritas yang memiliki budaya dan bahasanya sendiri yang selayaknya harus diterima dan dihargai. Saya akhirnya melihat bahwa sebagaimana bahasa lainnya, tak ada bahasa yang statusnya lebih rendah. Semua bahasa adalah sarana untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, ide, pendapat, dan alat untuk berkomunikasi.” (hal. 22)

Efek setelah pilihan total komunikasi diambil keluarganya:

dia lebih ceria, lebih spontan, lebih ekspresif, matanya lebih hidup, dia lebih mampu mengendalikan emosi, lebih bervariasi, …

Marjam Rudijanto, adalah ibu dari Erika. Marjam dulunya adalah seorang dosen psikolog UI, yang melepaskan karirnya, demi mengabdi penuh kepada keluarga, apalagi saat si bungsu Erika, tervonis tunarungu.

Continue reading Kesunyian Yang Menawan

Advertisements

Aku Bisa Dengar, Aku Bisa Bicara

Sekian tahun punya bukunya, baru sekarang saya bisa menuliskan reviewnya dengan merasa ‘baik-baik saja’ ☺

“Mengapa hal ini harus terjadi pada kami? Mengapa kami dikaruniai ‘lotere’ tunarungu pada anak pertama kami?….. Menolak takdir ini pun tidak lantas membuat keadaan berubah menjadi lebih baik. Ketika kami sudah bisa menerima kenyataan, pada titik itulah kami bisa bangkit dan terbuka terhadap lebih banyak kemungkinan untuk Gwen. Gwen memang lahir tuli, tapi itu bukanlah akhir dari segalanya…” (hal.4)

Di usia enam bulan, Gwen belum mengenal suara, tak bereaksi pada panggilan, kejutan, bahkan suara bising sekalipun. San San, ibunya, mulai panik. Bersama John, suaminya, mereka menghubungi dokter kandungan dan tenaga ahli lainnya, menjalani berbagai macam tes; demi mengetahui, kenapaaa?

Continue reading Aku Bisa Dengar, Aku Bisa Bicara

Benarkah Semua Demi Uang?

…di dunia ini hanya dua orang yang tak dapat kamu tipu. Yang pertama adalah orang yang hatinya lurus. Mereka nggak bisa kamu tipu karena mereka tidak menginginkan apapun di dunia ini, namun orang seperti sangat langka. (hal 225).
Lalu siapakah yang kedua? 😉

Continue reading Benarkah Semua Demi Uang?

Mereka Juga Bisa Setara

Bagaimana saya menemukan buku yang tak lagi beredar di pasaran ini, rasanya seperti ketiban anugerah tak terduga. Sekitar 2-3 tahun lalu, saya sempat mengenal sosok Fajar Bon Bon via online, seorang pemerhati anak kebutuhan khusus. Keponakan pak Fajar adalah seorang penyandang tuna rungu. Pak Fajar ini hanya sedikit menceritakan perihal kemajuan Shafa, seorang penyandang tuna rungu tingkat berat (profound), namun bisa bicara dengan baik melalui bantuan ABD (Alat Bantu Dengar). Saya tak tahu jika sudah ada buku mengenai Shafa, yang terbit sejak tahun 2009, tahun di mana anak saya lahir. Hingga suatu hari terdampar di sebuah status seseorang, ada nama Eimond Esya yang unik dan kemudian saya ubek-ubek profilnya.

Ternyata beliau ini yang menulis bukunya ibu Khoriyatul Jannah tentang Shafa. Saya sempat juga baca pengalaman Shafa melalui internet, namun tak sedetail di buku tentunya.

Continue reading Mereka Juga Bisa Setara

Waspada Itu Tak Sama Dengan Takut

Kak Dian, sang penulis ini, seolah tak pernah kering ide untuk mengeksplore dunia anak-anak yang mulai jarang dipublikasikan dari sudut pandang yang sangat anak-anak. Banyak memang penulis anak-anak, namun kebanyakan dari mereka berbicara tentang mimpi sendiri, yang sebagian terkontaminasi oleh dunia orang dewasa.

Ilustrasi buku ini sangat manis, mengingatkan saya pada ilustrasi ala English, seperti Noddy atau animasi Postman Pat.

Judul Buku : Seri Aku Anak Cerdas, Saat Di Luar Rumah
Penulis : Dian K.
Ilustrasi : Evan RP
Penyunting : Putri Sastra
Desain : Maretta Gunawan
Penata Letak : Annisah Dwi R.
Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2013
Tebal : 63 hal

Antara Janji Dan Waktu

Buku ini terdiri atas 10 dongeng, dengan ilustrasi dari beberapa orang dan studio yang berbeda, jadi sangat variatif. Judulnya Sapu Terbang Tercepat, Masakan Ibu Dido, Putri Tinka Tak Punya Teman, Penghuni Negeri Pelangi, Jam Beker Raksaasa, Ulah Hantu Kecil, Hilangnya Suara Para Peri, Teko Usang di Dapur Istana, Tak Harus Es Krim, Hari Buruk Tania.

Favorit anak saya, tentu saja Jam Beker Raksasa, yang dalam sehari bisa mengulang 2-3 kali.

-continue reading->

Persembahan Untuk Orang Tua Di Sana

“Kakek selalu berdoa, agar Allah swt tidak mengambil nyawa kakek sebelum mengantarmu menjadi seorang hafizh. Ingat, Nak, dengan menjadi penghafal Al Quran, mengamalkan isi-isi yang terkandung di dalam Al Quran, kamu akan bisa menuntun dirimu sendiri dan orang lain menuju surga.” (hal. 77)

Hafiz diasuh oleh kakek neneknya sejak balita. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan kapal laut. Hafiz kecil yang baru berusia satu tahun, saat itu masih dalam gendongan ibunya yang tak henti melantunkan Al Qamar. Para petugas hanya berhasil menyelamatkannya, ibunya entah kemana.

Judul buku : Mahkota Cahaya Untuk Ayah Bunda
Penulis : Fifa Dila
Penyunting : Tofik Pram
Penyelaras aksara : M. Eka Mustamar
Penata aksara : Nurul M. Janna
Desain sampul : Wida Sartika
Penerbit : Noura Books, Juni 2014
Tebal : 254 hal