Mini Indonesia Dalam Retorika Fu

Yuda(s), si raja taruhan. Dia memiliki banyak koleksi barang unik, yang didapatnya dari hasil menang taruhan. Salah satu yang paling berkesan adalah, sebuah batu endapan sederhana yang bertuliskan secarik kertas, apa yang tak selesai kau mengerti di sini, tak boleh kau tanyakan padaku di luar.” (hal 10)
Batu itu mewakili banyak perubahan dalam hidup Yuda, semenjak mengenal hingga merasakan kehilangan sesosok bernama Parang Jati.

Mahasiswa geologi tingkat akhir ini, bisa membuatnya kalah dalam sebuah taruhan. Pemuda yang juga disebutnya sebagai bermata bidadari, memiliki pesona keluguan, kedalaman bersikap, sekaligus keikhlasan untuk melakoni hidupnya yang tak biasa. Jati mengkampanyekan clean climbing, sebuah ‘agama’ pendakian bersih, tanpa bor, dilakukan dengan menyakiti alam sesedikit mungkin. Yuda dan Jati bertaruh mengenai kematian dan kebangkitan seorang penduduk desa. Kekalahan langka bagi Yuda ini, membawa mereka ke sejumlah petualangan menarik lain di wilayah Watugunung. Petualangan yang mengajari Yuda berpikir ulang jika akan mengajukan taruhan dan keputusan dengan pertimbangannya sendiri.

Kekasih Yuda, Marja, perempuan yang dijuluki kuda teji, mudah iba sekaligus mampu membuat orang menyukainya. Sementara Yuda bercinta diam-diam dengan Sebul, makhluk imajinatif yang dirupakan jakal jantan betina; Marja pun (dibolehkan) berbagi kasih dengan Jati.

Continue reading Mini Indonesia Dalam Retorika Fu

Advertisements

Cinta, Kebijakan, dan Papua

Atar menghajar Safri dan diperkarakan secara adat. Atar dituduh dengan sengaja memeluk Nueva, tunangannya sendiri. Mereka masih memegang teguh adat, belum diperkenankan berdekatan. Atar, meski sebenarnya tidak bersalah, memilih pergi karena malu dan tak mau merepotkan keluarganya. Toh, sumpah siput bisa menimpa siapapun yang bersalah di mana pun dia berada.

Kiarad Bauw, kakaknya juga lari dari rumah karena Umar, ayah mereka tak menyetujui dia berguru pada orang yang dianggap sebagai tukang tenung.

Continue reading Cinta, Kebijakan, dan Papua

Gaspar dan 90an

Gaspar, si jantung terbalik yang tak mau ditepuk dari belakang.
Yadi alias Pongo, penjaga toko emas milik Wan Ali.
Tati, alias Pingi, ibu Yadi dan kakak ipar Wan Ali.
Afif, alias Agnes, gadis penggemar Budi Alazon.
Kik, mantan pacar dan hamil anaknya Gaspar, namun menjadi calon istri Jetro.
Jetro, alias Nyet, reparator langganan Gaspar, satu-satunya orang yang memahami Costazar.
Costazar, sebuah Binter Merzy 76, konon dirasuki jin Citah, dia punya kemauan sendiri.

Sebuah rencana perampokan toko emas milik Wan Ali, dengan melibatkan keenam orang di atas. Bukan sekadar merampok toko emas, tapi hanya sebuah kotak hitam. Kotak hitam yang selalu dikeloni Wan Ali, yang konon bisa mengakibatkan huru-hara besar.

Continue reading Gaspar dan 90an

Jika Resolusimu Gagal

Tentang para mamah muda dan segala obsesinya. Been there, done that. Ternyata nyebelin juga ya, membaca tingkah laku orang ambisius. Padahal saya juga pernah jadi salah satunya 😂 Mati-matian menyusun resolusi, sampai lalai memperkirakan kejadian di luar perkiraan. Harus bagaimana dong…

Mamah muda dan jiwa perfeksionis adalah dua frasa yang acapkali berkaitan satu sama lain. Kita, punya harapan idealnya masing-masing akan keluarga yang sempurna, yang memenuhi target yang kita rencanakan. Lupakah bahwa tugas manusia adalah berusaha, bukan menentukan hasil 😉

Continue reading Jika Resolusimu Gagal

Bedebah Negeri (Siapa)

Sejak membaca karya awalnya berkarier, Moga Bunda Disayang Allah, saya memutuskan tak akan membeli bukunya TL. Bukan gue banget. Baca sih tetep, tapi pinjam aja deh 😉

Kenapa kemudian beli buku ini, adalaha karena dia bilang ini novel politik yang menyindir SBY. Asyik nih, politik yang dibungkus menjadi novel jauh lebih meyakinkan dan mendebarkan daripada urusan real politik itu sendiri. Ada simpang siur data dan fakta yang berpotensi memicu banyak konflik, melibatkan banyak kepentingan, dengan disclaimer ‘fiktif’ 😉

Novel bahkan bisa menjadi lebih real daripada kenyataan di lapangan ya. Semisal tenggelamnya kapal Titanic sudah terjadi dalam bentuk novel, bertahun-tahun sebelum malapetaka itu terjadi.

Continue reading Bedebah Negeri (Siapa)

Lamunan Liar Sang Sopir Truk

Awalnya mau saya kasi judul, Jatuh cinta pada si Iqbal 🙊 Hihihi, apa bedanya saya dengan para mahmud pemuja sekaligus musuh yang dipujanya. Iqbal ini malah suka berteman dengan orang-orang yang kontra dengannya, membuatnya bergairah untuk terus berdebat, tanpa terlalu diambil hati. Katanya sih… 😁

Belinya di lapak Siti Maryamah, endorsenya oleh Siti Maryamah, Jihan, Puthut, beserta sejumlah nama yang sering wara wiri di jagad maya. Dunia ternyata ‘sempit’ ya…

Continue reading Lamunan Liar Sang Sopir Truk

Teladan Para Ibunda Salehah

“Kamu ini diciptakan dengan penampilan yang membuatmu tidak cocok bergaul dengan anak muda. Maka jadilah orang yang taat beragama dan berilmu, sebab kedua hal itu akan menyempurnakan semua kekurangan dan menghilangkan semua keburukan.” (hal 152)
Nasehat ibunda dari Muhammad bin ‘Abdurrahman al Makhzumy, seorang hakim. Nasehat ini disampaikannya, demi menyadari bahwa putranya ini (konon) berpostur pendek, berparas amat jelek, lehernya masuk ke dalam, sedangkan kedua pundaknya menonjol seperti batu.

“Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku… Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan; Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan? Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu,” (hal 156-7)
Pesan dari ibunda Sufyan ats Tsauri, seorang amirul mukminin dalam ilmu hadist di jamannya.

Continue reading Teladan Para Ibunda Salehah