Demi Yang Terkasih

Kapal Blitar Holland, Desember 1938, mengangkut para jamaah haji dari Makassar. Dalam perjalanan menuju Jeddah, kapal transit di Surabaya, Batavia, Padang, Bengkulu, dan Aceh. Kapal kemudian melanjutkan ke Kolombo, Srilanka, baru mengakhiri rute awal di Jeddah.

Cerita dimulai dengan persiapan keluarga Daeng Andipati, keluarga saudagar yang akan berhaji bersama. Ada istrinya yang sedang hamil anak ketiga, Elsa dan Anna (duh, tak ada nama lain kah 🙄), dan bi Ijah.

Bersama kapal uap yang mereka tumpangi itu, ada Gurutta Ahmad Karaeng, ulama termasyhur, tokoh ‘bapak tua’ yang hampir selalu ada di novel Tere Liye 😉

Continue reading Demi Yang Terkasih

Advertisements

Teladan Para Ibunda Salehah

“Kamu ini diciptakan dengan penampilan yang membuatmu tidak cocok bergaul dengan anak muda. Maka jadilah orang yang taat beragama dan berilmu, sebab kedua hal itu akan menyempurnakan semua kekurangan dan menghilangkan semua keburukan.” (hal 152)
Nasehat ibunda dari Muhammad bin ‘Abdurrahman al Makhzumy, seorang hakim. Nasehat ini disampaikannya, demi menyadari bahwa putranya ini (konon) berpostur pendek, berparas amat jelek, lehernya masuk ke dalam, sedangkan kedua pundaknya menonjol seperti batu.

“Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku… Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan; Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan? Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu,” (hal 156-7)
Pesan dari ibunda Sufyan ats Tsauri, seorang amirul mukminin dalam ilmu hadist di jamannya.

Continue reading Teladan Para Ibunda Salehah

Sedekah Yang Berencana

Sudahkah anda sedekah hari ini?
Ikhlaskah anda dengan barang yang telah anda sedekahkan?
Mengenai keikhlasan kita yang masih belum tergenapkan secara mutlak, silakan baca pertimbangan alasannya di tulisan Ya Allah Mana Balasan Sedekahku. Ada perspektif sedekah lain yang baru bisa saya pahami dari buku ini.

Buku dibuka dengan catatan si penulis utama, bahwa sedekah bisa membeli apapun keinginan kita. Jenis sedekah apa saja, pun asumsi mendasar bahwa 2.5% adalah nominal yang terlalu kecil untuk bersedekah. Keluarga besar Assad saat ini sedang melanjutkan pembangunan Sekolah Hafidz Daarul Qur’an Affan sebagai bentuk sedekah jariyah.

-continue reading

Writerpreneurship: Sebuah ‘Pisau Dapur’

“Kumenulis sepenuh jiwa, menulis dengan detail sehingga orang lain akan menghargai setiap tulisanku tanpa aku memintanya.” (hal 153)

Membaca buku ini sambil memandang tumpukan tulisan yang urung saya perjuangkan untuk terbit. Menurut buku ini, berhenti memperjuangkan tulisan kita sama dengan mengkhianati mimpi sendiri 😯

-continue reading

Niat Baik Bersama Keluarga

Ini seri ketiga yang kabarnya tak beredar bebas di toko buku. Saya hanya mengikuti share dari teman, tidak memiliki seri pertama dan kedua, jadi tak mengikuti benar seperti apa.

Senengnya, anak saya langsung ndoprok di lantai lalu menekuni halaman demi halaman. Tak hanya itu, di antara sejumlah buku di rumah yang iseng dia bawa ke sekolah, komik Pengen Jadi Baik ini salah satunya. Biasanya, kalau saya sodorkan buku, dia bolak balik sampai habis lalu sudah. Komik ini bolak-balik dibolak-balik 😀

Continue reading Niat Baik Bersama Keluarga