Cinta Yang Kacau

Judul buku: Hatimu, Cinta Yang Selalu Meragu
Penulis: Salsa Oktifa
Editor: eNHa
Proofreader: Christian Simamora
Penata letak: Nopianto Ricaesar, Dian Novitasari
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Ilustrasi kaver: Yulian Aditya
Penerbit : Gagas Media, cetakan I 2012, cetakan II 2013
Tebal: 358 hal

Aku tak pernah percaya, ada sebuah persahabatan yang tulus antara seorang laki-laki dan perempuan tanpa adanya embel-embel perasaan lain yang mengikutinya (hal 34)

Inilah tema besar yang diangkat oleh novel roman ini. Seperti judulnya, banyak dialog yang lebih berhubungan dengan hati, yaitu suara hati Agia, suara hati Rain, dan suara hati Bari.

Agia tinggal bersama bapak dan Rain. Rain adalah seorang gadis peranakan yang sebatang kara, dan hidup bersama Agia atas dasar belas kasihnya. Agia bekerja di Inside, sebuah perusahaan arsitek, dengan pimpinannya bernama Bari. Agia yang sebenarnya jatuh cinta kepada Rain, seseorang yang menemaninya selama hidup seperti saudara, malah mengenalkannya kepada Bari. Bari dan Rain sepakat menjalani kisah kasih backstreet, terutama dari pantauan orang kantor.

Agia dan Rain. Bari dan Evelyn. Sebuah hubungan percintaan segi banyak yang rumit. Rain dan Agia sebagai teman sejati sejak kecil, berpacaran dengan Bari. Bari yang memiliki kenangan yang hampir sama, bersama  Eve. Eve yang tiba-tiba hadir kembali dalam hubungan Rain dan Bari, karena kecelakaan Bari.

Agia dan Bari kecelakaan dalam tugas. Agia melanjutkan rawat inap di rumah sakit, sementara Rain yang mempunyai hubungan khusus dengan Bari dalam kerangka backstreet, diminta bapak untuk menemani Bari di apartemennya sampai pulih kembali.

Diceritakan dari tiga sudut pandang orang yang bersangkutan. Untuk novel dengan cara penceritaan yang hampir sama, mengingatkan pada satu novel karya Nugroho Nurarifin yang berjuadul So real/Surreal (2008). Tiap nama yang berbeda tak perlu mengenalkan diri, hanya membutuhkan nama yang berbeda, sehingga akan kemudian mempunyai ‘roh’ isi hati yang berbeda pula. Pembaca akan menebak-nebak sendiri siapa yang sebenarnya dalam huruf dan ‘roh’ tersebut. 

Alur novel ini sederhana, sangat Indonesia yang lebih banyak mengedepankan perasaan. Setting di kota Yogyakarta kurang begitu terasa, lebih banyak penggambaran di ruang pribadi, seperti rumah, apartemen, kantor, dan beberapa tempat nongkrong mereka.

Seperti halnya sang judul, cinta yang selalu meragu, begitulah kenyataan. Seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit, antar pacar, seorang yang baru dikenal dalam beberapa bulan atau orang dekat yang telah kita kenal luar dalam karena kita hidup bersamanya sejak kecil, selama sekian puluh tahun.

Pilihan nama Rain dan Agia ini yang agak menjebak, karena nampak androgini, tapi sampai akhir tak menunjukkan tanda bahwa novel ini beraliran lgbt, masih normal, sekadar efek percintaan yang rumit.

Rain sebagai sentral tokoh yang menarik, berpenampilan tomboy dengan sepatu sneaker sebagai trademark namun berkelakuan manis, hobinya memasak.

Laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa bersahabat, karena mereka diciptakan untuk tertarik satu sama lain. Benar kan? (hal 222-223)

Persahabatan selalu punya caranya tersendiri, Bar. Kita punya cara tersendiri untuk bersahabat. Orang lain punya cara sendiri untuk bersahabat. (hal 225)

Sulit dipercayai bahwa kebersamaan mereka (Rain dan Agia) tidak melakukan apa-apa hingga sekian puluh tahun, apalagi mereka terlibat peraasaan. Itu juga aneh jika kedua lelaki ini, Bari dan Agia, pernah mencium Rain, namun berusaha menahan perasaannya untuk berbuat lebih. Buat budaya kita, tentu saja aneh mendengar Rain tinggal di aparteman Bari dan tak terjadi apa-apa. Mungkin lebih tepatnya, tidak diceritakan. Rain tinggal bersama Agia dan tidak terjadi apa-apa. Tinggal bersama bapak pula. Saya pribadi merasa aneh, jika harus tinggal di sebuah rumah selama bertahun-tahun, bersama dua lelaki yang baru saja saya kenal. But thatโ€™s not my story, tentunya penulis memiliki alasan tersendiri ๐Ÿ˜‰

Ragu mau memilih yang mana, sahabat yang sudah dikenal sejak kecil, atau lelaki yang baru saja dikenal dalam beberapa bulan terakhir yang berani menjalin hubungan, tapi backstreet? Jadi mana yang jelas? Rain akan memilih yang mana?

Clue jawabannya sudah jelas, bahwa tak ada hubungan persahabatan antara pria dan wanita ๐Ÿ˜Š

Ada beberapa typo:

lavendel (hal 22) — lavender
kekepada (hal 34) — kepada
to kept (hal 92) — to keep
laa (hal 200) — lama
is something happens to you (hal 167) —
is something happened? —

Juga banyak kalimat berbahasa Inggris dalam beberapa sub judul akhir yang mulai kacau struktur bahasanya. Aduduh…

Selain banyak typo dan grammar kacau, buku ini terlalu tebal untuk urusan perasaan. Herannya, bisa sampai cetakan kedua. Ckckck…

Advertisements

Published by

esthy wika

Menjadi ibu, menjadi istri, menjadi aku dan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s