Kisah Cinta Tiga Wanita

Judul buku: Tiga Cara Mencinta
Penulis: Irene Dyah Respati
Editor: Dewi Kartika Teguh Wati
Desain sampul: Nidya Febriani Utami
Desain isi: Rahayu Lestari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2014
Tebal: 186 hal

Buku ini tentang kisah tiga wanita bernama Aliyah, Miyu, dan Ajeng.



Aliyah diperistri seorang pria Jepang yang menjadi mualaf. Harapannya, si suami bisa lebih religius dan juga perhatian padanya. Namun Takuma, suaminya lebih sibuk dengan pekerjaan dan tetap minum-minum bersama para kolega selepas kerja. Merasa kurang perhatian, Aliyah terlibat cinta sesaat dengan Je, pria berkebangsaan Jerman yang menjadi rekan kerjanya. Perselingkuhan yang berakibat kehamilan tak diduga.

Miyu adalah wanita Jepang yang mencinta Solo, belajar menari dan gamelan.

Ajeng adalah wanita lajang dengan karir bagus. Memutuskan tidak menikah yang dianggapnya sebagai ikatan perjanjian yang tolol, dia juga benci anak-anak. Ajeng sepertinya trauma karena dia hampir menikah dan calon suaminya terpaksa patuh menikah dengan wanita pilihan ibunya.

Tiga wanita yang sebelumnya tak pernah mengenal satu sama lain, dipertemukan di sebuah festival di Bangkok. Mereka bersahabat dan hampir saling terbuka tentang kehidupan pribadi masing-masing.

Saya baca novel ini seperlahapan, seperjalanan di angkot. Berhenti baca sebentar karena pusing, lanjut endingnya di rumah. Bintang tiga deh, untuk romantika yang tak terlalu banyak menye-menye dan adegan basah. Lugas ☺

Tokoh paling mbencekno ya Ajeng 😁Digambarkan sebagai wanita super, mandiri, kadang jadi penggoda, serta paling blak-blakan saat ngobrol dengan siapapun. Tokoh ini sangat kontra dengan penokohan ibu rumah tangga.

Aliyah ini mengingatkan pada kehidupan saya sendiri sebagai stay at home mom, yang kadang membosankan. Ingin sibuk, ingin diperhatikan, ingin me-time,…

Miyu yang pasif, mempercayai Tuhan apa adanya (tanpa pakem sakleg), malah jadi tokoh yang paling waras dan bijaksana.

Porsi terbesar kisah, ada pada Aliyah, meski penulis berusaha imbang mengisahkan mereka bertiga. Saya bisa paham, mengingat kehidupan berumah tangga, tanpa riak perselingkuhan sekalipun, sudah begitu kompleks 😀

Aliyah hamil, yang menurutnya tak diketahui Takuma. Dia bingung, secara fisik Je dan Takuma berbeda jauh, kemungkinan besar akan kelihatan bagaimana mencoloknya bentuk si bayi nantinya. Ajeng menyarankan aborsi, Miyu sebaliknya. Aliyah, seperti kebanyakan ibu di dunia (termasuk saya juga), akan mempertahankan janin yang dibawa dalam rahim. Persetan ayahnya, hehehe… Emoh nambah dosa. 

Keputusan aborsi inilah adegan klimaksnya dan endingnya boleh lah. Tak terlalu bertele-tele macam beberapa kisah cinta dari penerbit lain. Boleh dibilang, anda bisa ‘merem’ untuk romansa yang lolos edit Gramedia. Hampir tak pernah mengecewakan, buat saya pribadi ☺

Advertisements

Published by

daniar

My nickname is Daniar, just to make me comfortable in writing. I love reading, writing, and dreaming. Enjoy these adventurous minds :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s