Benarkah Semua Demi Uang?

Judul buku: Beautiful Liar
Penulis: Dyah Rinni
Editor: Jia Effendie
Proofreader: Mita M. Supardi
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain dan ilustrasi kaver: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media, 2014
Tebal : 292 hal

…di dunia ini hanya dua orang yang tak dapat kamu tipu. Yang pertama adalah orang yang hatinya lurus. Mereka nggak bisa kamu tipu karena mereka tidak menginginkan apapun di dunia ini, namun orang seperti sangat langka. (hal 225).
Lalu siapakah yang kedua? 😉

Lunetta, si tokoh sentral, adalah anak korban perceraian. Mamanya menikah lagi, sedangkan papanya menjadi buronan polisi, sehingga Lulu harus bersedia hidup bersama mamanya. Sebenarnya Lulu lebih senang untuk tinggal bersama papanya, yang menurutnya sudah mengajari lebih banyak hal tentang kehidupan.

Lulu hampir selalu memenangkan setiap ‘kompetisi’ yang diprediksi menguntungkan dirinya, terutama dari segi materi. Hingga, tidak banyak hal di dunia ini yang bisa membuatnya takut. (hal 72). Katakan itu mama, para guru di sekolah barunya, papa tirinya, teman-temannya, hampir semua tak bisa mengelak dari kehebatan Lulu memainkan perannya. Dia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai segalanya. Modal tak kenal takut itu berkembang menjadi hasrat untuk menguasai hingga memanipulasi keadaan sesuai dengan harapannya. Bahkan Miss Nadine, guru BP yang terbiasa mengenali wajah pembohong dan ditakuti semua murid karena kejeliannya, hampir bisa terkibuli dengan begitu sempurna.

Lulu memiliki teman dekatnya, Misty dan Bella. Misty yang diam-diam menyukai Arvad. Bella yang terlibat dalam cinta dunia maya, yang mengancam keselamatannya. Arvad, cowok kaya yang menjadi idola, baik hati dan tidak sombong, menjadi target awal Lulu yang akan dia “keruk” habis-habisan, demi menunjukkan kepada papanya bahwa dia mampu. Ada Badai, cowok sahabat dekat Arvad yang seringkali berbohong atas keterlambatannya, namun kalah level dengan Lulu. Ada Sherlyn yang juga mengincar Arvad. Ada Miss Nadine yang hampir selalu tahu saja tentang hal sekecil apapun yang dilakukan oleh Lulu. Ada Heinri Sensei, pengasuh Japan Club, tempat yang sering dijadikan tempat “hukuman” para siswa yang melanggar aturan sekolah.

Lulu selalu merancang berbagai macam cara agar bisa bertemu dengan papanya kembali, antara lain dengan menyontek, mencuri kunci jawaban, hingga menipu teman baiknya. Semua itu dilakukan agar dia dikeluarkan dari sekolah dan bisa segera dipertemukan kembali dengan papanya. 

Saat Miss Nadine akan memberikan skorsing atas kesalahannya mencuri kunci jawaban, Heinri Sensei menyarankan hal lain, “Menurut anda mana yang lebih baik antara mengurung anak di rumah atau memberinya alternative hukuman yang bisa membuatnya lebih baik?” (hal 110)

Pelanggaran paling klimaks adalah saat Lulu menjadi mak comblang antara Misty dan Arvad, dia berkesempatan menguras uang dalam kartu ATM Misty. Kesalahan yang begitu fatal itu membuatnya terasing dari pergaulan, terutama teman-teman dekatnya, yang selama ini selalu baik kepadanya. Itu semua tak juga membuat Lulu dikeluarkan dari sekolah. 

Mamanya selalu berusaha keras agar Lulu bertahan, antara lain melalui kerjasama dengan pihak sekolah terutama Miss Nadine, yang selalu memantau setiap gerak-gerik Lulu. Melihat sepak terjang Lulu yang begitu bersemangat demi bertemu dengan papanya, akhirnya Mama, dengan berat hati membuka rahasia tentang papanya yang harus diketahui Lulu. Papanya tidak dipenjara, namun jauh lebih parah daripada itu 😯

Nasehat yang selalu diingat Lulu dari papanya antara lain:
apapun yang terjadi, kita harus menunjukkan bahwa kita tidak bersalah, bahkan setelah kita tertangkap sekalipun. Setidaknya kita sudah satu langkah menang (hal 112)
semakin akrab kita dengan seseorang, semakin mudah orang itu kita perdayai. (hal 212)
sebagian besar manusia mengambil keputusan berdasarkan emosi, bukan logika. Karena itu, orang gampang ditipu. (hal 219)

Miss Nadine, sebagai bagian kedua yang tak bisa ditipu ini, memberinya nasehat penting:
Alam ini punya aturan mainnya sendiri, Lulu. Kamu mengikuti aturan alam, kamu akan mendapatkan imbalannya. Kamu melawannya, kamu akan mendapat balasannya, balasan itu mungkin cepat, mungkin lambat.” (hal 224).

Buku ini yang menempati peringkat pertama dari rangkaian kisah seven deadly sins. Setelah membandingkan dengan tiga buku lain yang sudah saya baca, saya sepakat sekaligus tidak kaget. Ini kemenangan lomba menulis yang kesekian dari penulis ☺ Kombinasi antara kemahiran memahami kriteria pemenangan, bakat, dan juga kerja keras. 

Gambar buku

–>

Advertisements

Published by

daniar

My nickname is Daniar, just to make me comfortable in writing. I love reading, writing, and dreaming. Enjoy these adventurous minds :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s