The Day I Wanted To Be A Man

Judul buku: Pope Joan
Penulis: Dona Woolfolk Cross
Penerjemah: FX Dono Sunardi
Penerbit: Serambi, Desember 2006
Tebal: 736 hal

Joan, dengan nama panjang Johanna, lahir dari perkawinan Gudrun, ibu berdarah Saxon yang pagan, dengan kanon (pendeta) desa. Kakaknya, Matthew dan John. Matthew mengajari Joan membaca dan menulis, sesuatu yang tak boleh dikuasai oleh perempuan di jaman itu. 

Matthew meninggal sehingga John harus menggantikan tugas Matthew, meneruskan jabatan sang ayah. John yang lambat belajar dan menyukai seni keprajuritan, merasa sangat kesusahan mengikuti pelajaran. Sebenarnya Joan lebih unggul, tapi tak boleh menjadi lebih, karena kodratnya sebagai perempuan. Bahkan ayahnya pun membenci Joan, karena dia perempuan, pembangkang pula 😐😐

Berkat bantuan seorang guru Yunani, Joan berkesempatan menempuh pendidikan kebiarawanan bersama John. Joan menjadi satu-satunya murid perempuan, sering mendapatkan diskriminasi, meski dalam banyak bidang dia lebih unggul.

Joan menjadi anak angkat Gerold, seorang pejabat di sana, yang memiliki dua anak perempuan. Dalam sebuah insiden penyerangan oleh tentara Viking, John dan seluruh keluarga Gerold tewas (kecuali Gerold yang sedang bertugas keluar).

Joan mengambil alih identitas John. Joan menjadi John Anglicus, biarawan muda di pertapaan Fulda. John baru ini, selain kritis dan pandai, juga memiliki bakat di bidang pengobatan.

Ayahnya mengetahui penyamaran Joan, saat bermaksud mengunjungi John asli di Fulda. Namun belum sempat melapor kepada kepala biara, ayahnya meninggal dunia. Joan melarikan diri dari pertapaan Fulda, saat sakit, supaya penyamarannya tak terbongkar. Dia menuju Roma dan memulai petualangan barunya.

Di antara intrik kekuasaan di istana kepausan, Joan akhirnya bertemu dengan Gerold. Hanya Gerold yang mengetahui bahwa John Anglicus seorang perempuan. Mereka bekerjasama menegakkan keadilan dan meningkatkan kemakmuran rakyat Roma, namun sayang tak berlangsung lama 😑😑

Novel yang harus cepat dibaca dengan deg-degan, baru kemudian mengulang beberapa detail adegan. Saya ikutan takut kalau Joan ketahuan aja, hehehe… Memang sih, akhirnya ketahuan, tapi waktunya cukup pas kok 😆. Setelah tahu cerita akhirnya, baru deh mengulang bagaimana Joan bisa berhasil melarikan diri, bagaimana dia bisa ketemu lagi sama Gerold, bagaimana dia beradu argumen secara cerdas dengan para penentangnya, bagaimana menjelaskan kekuatan nalar di antara sejumlah kepercayaan mistik, bagaimana posisi tuhan dengan nalar, hmm…

Saya jadi merasa bersyukur menjadi perempuan hari ini, tak perlu menyamar sebagai lelaki untuk menjadi setara dalam hal pendidikan 😉 Memang kesetaraan gender sudah cukup terlaksana di beberapa negara di Eropa, dan juga memiliki plus minusnya sendiri. Tidak terlalu memimpikan ke arah sana juga 😆. Meski secara umum, posisi perempuan masih lemah, tapi tidak separah yang terjadi di novel ini ☺. Di sini belum setara menyeluruh sih, tapi sudah banyak pekerjaan pria yang dilakukan wanita, seperti kondektur bis, kuli bangunan, sopir, kepala kantor, dan sebagainya.

Yang bikin saya salut dari novel ini adalah, meski menunjukkan superioritas wanita yang bisa mengalahkan pria melalui kekuatan dan kecerdasan nalar, Joan menyadari kebutuhan kodratnya sebagai wanita, yang mencintai seorang pria dan bersedia memelihara benih darinya.

Dalam kenyataan kini, haruskah selalu demikian? 😉
Life is a matter of choice ya, apa visi dan misi kita dalam kehidupan. Kodrat itu ‘alat’ penting untuk mencapainya. Jika sibuk berargumen soal kodrat, mungkin sebaiknya perlu menata ulang visi misi kita 🙂 

Gambar dari bukalapak

–>

Advertisements

Published by

esthy wika

Menjadi ibu, menjadi istri, menjadi aku dan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s