Cinta Itu Akan Menemukanmu

Judul buku: Assalamualaikum Beijing: Pergi Cinta, Mendekat Cinta
Penulis: Asma Nadia
Penyunting ahli: dr. Lukman
Penyelaras aksara: Fakhri Fauzi
Penata aksara : Nurul M. Janna
Perancang sampul : Tuarzuan AFC
Penerbit : AsmaNadia Publishing House, cetakan keempat, April 2014
Tebal: 342 hal

Jika tak kau temukan cintamu, biarkan cinta yang menemukanmu (hal 83)

Perajin kata-kata, begitulah Asma Nadia menyebut dirinya. Tak perlu menunggu lama untuk menuntaskan novel yang cukup tebal ini. Kata-katanya indah dan puitis. Tak sekadar berpuisi, Asma Nadia memang mahir “menyihir”. Jalinan ceritanya menarik, tema klasik tentang cinta, dengan tetap menyelipkan sejumlah muatan semangat berdakwah.

Menggunakan dua setting, flashback dan kekinian, satu nama dalam dua cerita.

Asma melakukan perjalanan ke Beijing dalam rangka tugas. Asma seorang diri bertemu dengan seorang pemuda bernama Zhongwen. Pemuda bermata sipit ini bersikeras memanggilnya dengan nama Ashima, demi mengingatkan pada sebuah legenda cinta antara Ashima dan Ahei. Asma menangkap sinyal positif dari Zhongwen, namun tak berani berharap lebih. Ia mensyaratkan muallaf sebagai kemutlakan awal, baru bersedia berhubungan, itupun dengan langsung menikah. Sekar, sahabat baiknya, selalu berusaha agar Asma berusaha membalas sinyal itu. Zhongwen menjadi muallaf, justru ketika Asma berada di Indonesia. Bukan karena Asma, ada bisikan hidayah yang tak bisa dihindarinya.

Sedangkan Ra yang baru saja mengakhiri kisah cinta yang telah terjalin selama empat tahun bersama Dewa. Mereka sedang akan merencanakan pernikahan, ketika sebuah insiden tak terduga merenggut kebahagiaan Dewa dan Ra, karena kecerobohan Dewa. Dewa terpaksa menikah dengan Anita, meski hanya sempat berhubungan biologis satu kali dalam sebuah kesempatan yang tak terduga. Hubungan itu meninggalkan benih yang harus Dewa pertanggungjawabkan. Ia bersedia menikahi Anita, menunggu hingga bayi itu lahir dan akan segera menceraikan Anita demi kembali kepada Ra.

Asma mendadak stroke, karena APS atau sindrom darah kental, jenis primer. Bisa mengakibatkan kebutaan, ketulian, hingga penyakit ginjal. Asma harus rutin mengonsumsi obat untuk mengurangi efek sampingnya. Saat mengetahui itulah, Dewa tak sanggup kembali kepada gadisnya yang tak sesempurna dulu lagi, sementara istri yang selalu dicampakkannya selalu siap membuka pintu kapanpun untuknya. Dewa tak kan bisa bersatu bersama Asmara, karena panah itu telah melesat menuju sebuah cinta suci sang muallaf yang rela mengorbankan apapun demi agama, termasuk menerima kondisi Asma yang semakin ringkih karena penyakit yang terus menggerogoti hidupnya.

Awalnya agak sulit mencari benang merah antara siapa Asma dan siapa Ra. Bahkan sempat juga terjebak mengira bahwa Asma adalah anak Anita, karena ibu Asma juga ditinggalkan ayahnya untuk menikah dengan wanita lain. Jebakan cukup halus, yang baru bisa disadari ketika di halaman pertengahan diketahui bahwa anak Anita adalah lelaki.

Semua bab diawali dengan penggalan puisi. Saya menyukainya, meski baru paham maknanya setelah menuntaskan membaca tiap bab.

Tentang Dewa

Nafsu yang purba menyeretku ke lubang tanpa jiwa (hal 45)
Sejarah tak mencatat para pencundang, bahkan walaupun bumi melahirkannya (hal 53)
Kesalahan terbesarku adalah akau mencintai, tapi tak berpikir tentangmu (hal 61)
Tak perlu kau cari surga sebab ia tersembunyi dalam hatimu. (hal 67)
Tak akan kau temukan aku terkapar, sebab kekalahan serupa api bagiku, yang membakar belukar di tiap jalan. (hal 131)

Tentang Zhongwen
Jika waktu ada di genggaman, Cuma lagu rindu yang kunyanyikan buatmu (hal 93)
Di persinggahan yang kita lewati, tak tersisa apa-apa selain cinta yang terus mengelana (hal 109)
Semoga kerinduan tak terus berlabuh pada kesenyapan. (hal 123)
Tak kupedulikan luka dan impian, sebab menemukanMu adalah tujuan. (hal 145)

Sebuah cerita dakwah yang menyentuh kalbu, tentang Mush’ab bin Umair, demi mengimbangi dan menginspirasi lika-liku Zhongwen dalam memeluk Islam (hal 257-264). Mush’ab bin Umair yang gagah dan berasal dari kalangan terkemuka, memilih membela Islam, tewas dengan kondisi mengenaskan. Kedua tangannya ditebas musuh dan dia tetap berusaha menegakkan bendera Islam dalam peperangan. Sementara Zhongwen, memilih diusir dari rumah dan dicoret dari silsilah keluarga.

Kemana cinta Asmara akhirnya berlabuh, cukup mengharukan. Filmable, seperti juga karya Asma Nadia yang lain, Catatan Hati Seorang Istri, Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela.

Advertisements

Published by

esthy wika

Menjadi ibu, menjadi istri, menjadi aku dan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s