Sherlock Holmes: 12 Dari 19

Judul buku: Sherlock Holmes, Best of the Best Stories, 19 Petualangan Terbaik
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit: Bangkit, Yogyakarta, 2012
Tebal: 667 halaman

Ada dua belas kasus yang bisa asal saya tebak pelakunya 😆 Dia tak pelit berbagi clues. Deskripsi tempat kejadian dan perjalanan menujunya, gambaran karakter pelaku dari beberapa bentuk fisik dan mimik, serta sedikit perasaan. Pembaca bisa ikut menebak sekaligus merasakan, siapa sih yang punya kemungkinan besar menjadi pelaku kejahatan 😉

image

Tujuh kasus lain susah ditebak, karena melibatkan orang luar, kerumitan kapabilitas si pelaku, kenangan, dan pengetahuan di luar batas akal (saya). Memang ada beberapa ketidakmungkinan, tapi yaah, ada jalinan antara pengetahuan yang terbatas, juga bahwa dalam kisah fiksi, penulis berhak menjadi tuhan ☺

Wanita
Beberapa kasus yang melibatkan wanita sebagai story core, memiliki dua karakter pasti. Pertama, wanita yang cerdas yang hampir bisa membuat Holmes terancam secara intelektual. Ini ada di kisah Scandal Bohemia dan Copper Beeches. Kedua, women to die for 😙. Wanita penuh pesona yang bisa membuat beberapa pria berebut memilikinya, dengan cara apapun. Pengendara Sepeda Yang Kesepian dan Orang Menari, adalah beberapa di antaranya.

Kejanggalan Eksplisit
Liga Rambut Merah, Pita Berbintik, Copper Beeches, Silver Blaze, adalah beberapa kisah yang bisa tertebak dari awal, siapa yang patut dicurigai. Karena itulah, ada penambahan detail latar belakang dan motivasi pelaku, yang beberapa juga berkaitan dengan catatan sepak terjang Holmes di masa lampau.

Arogansi Aristokrat
Beberapa kasus melibatkan aristokrat, sekumpulan pejabat yang lihai menyembunyikan kebobrokan mereka demi sebuah reputasi dan prestise. Mereka tak ingin tersentuh oleh peradaban umum. Masih ada sedikit peninggalan karakter abad pertengahan, betapa senjangnya jarak sosial antara bangsawan dengan rakyat jelata.
Tuan Tanah Reigate, Sekolah Biara, The Second Stain adalah sejumlah kasus yang melibatkan aristokrat, menunjukkan betapa sensitifnya mereka pada perubahan dan kenyataan, terutama jika dianggap mengancam kekuasaan.

Why Watson
Kasus Masalah Terakhir, di mana Holmes diperkirakan tutup usia, dalam sebuah kecelakaan kerja bersama musuh bebuyutannya, Professor Moriarty. Watson mencoba melanjutkan usaha penyelidikan beberapa kasus ‘kecil’, dengan menggunakan metode Holmes.
Karakternya yang kurang cekatan, sungguh tak cukup meyakinkan dia bisa menyelesaikan kasus pembunuhan seorang bangsawan. Dan benar, Holmes datang dan hidup kembali, bangkit setelah kematian 😄
Holmes seringkali mampu menyelesaikannya sendiri, dengan kronologi yang dicatat Watson. Kadang agak meragukan, buat apa sih Watson disempilkan 😯. Tak ada orang yang bisa total bekerja sendiri ya. Watson itu hadir to ease Holmes’s firing enthusiasm. Holmes memang sangat handal dalam membedah kasus, namun dia tak terlalu banyak melibatkan kehidupan pribadinya. Hanya Mycroft, kakak kandungnya yang sempat dibahas dan dilibatkan dalam beberapa kasus. Diakui Holmes, kakaknya ini memiliki daya analisa lebih detail akurat, tapi dia tak memiliki naluri bisnis.

Metode
Saya sebenarnya tak terlalu paham, apa sih yang dimaksud Watson dengan metode Holmes 😆 Bisa jadi belum banyak kasus yang saya baca, sehingga tak bisa kutarik benang merahnya. Sulit! Hanya bisa menebak pelaku, tanpa detail yang kaya.
Beberapa yang khas Holmes antara lain lingkup pergaulannya yang sangat luas meliputi berbagai kalangan, pengetahuan tentang banyak hal, analisa yang sedikit di antaranya adalah spekulasi, keberanian dan keyakinan bertindak, serta kemahiran menyamar.
Sayang ya, kok jarang sekali, kasus yang berkaitan dengan suap dan korupsi. Andaikata Holmes juga mencontohkan banyak solusi, tak ada salahnya kan metodenya dideduksi untuk ‘wabah’ di negara kita ;). Which sounds, sooo impossible 😄

Advertisements

Published by

esthy wika

Menjadi ibu, menjadi istri, menjadi aku dan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s