XX: Jalani Hari Ini

Judul buku : XX
Penulis :AR Arisandi
Desain dan ilustrasi sampul : eMTe
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal : 216 hal.

“Seorang laki-laki membuat kesalahan dan membelokkan jalan hidup yang harusnya kamu lalui,” kata Archie. “Tidak bisakah seorang laki-laki lainnya membuat kebaikan dan mengembalikanmu ke jalan semestinya? Aku mempermalukan diriku sendiri di depan teman-temanmu dengan tujuan menebus dosa-dosa yang dibuat ayahmu.” (hal.211)

“Justru ketika dia sudah berada dalam genggamanku, aku baru bisa merasakan aku tak ingin memilikinya. Sisi romantis dalam manusia kaku dan pemalu ini selalu mengharapkanku hidup bersama perempuan yang memiliki cinta yang tak terbeli. Aku menemukannya di dalam dirimu, sayangnya cintamu bukan untukku.” (hal. 210)

Donna, Liana, Archie.

Sebuah cinta segitiga, dengan satu sambungan tak penuh.

Donna, Liana, Mela, Putri, adalah empat sahabat yang menamakan diri Club D7. Mereka mengadakan pertemuan intens, ditambah dengan para suami, yaitu Mela dengan Akmal, Putri dengan Doddy, sehingga menjadi Club D7++. Liana, sang primadona sering berganti pasangan. Archie, suami Donna, tak mau ikut perkumpulan, yang dianggapnya hedon itu.

Liana selalu menjadi bintang di tiap reuni, karena kecantikannya, pasangan yang jarang bersanding lama, hingga soal pemuja rahasia bernama XX.

Awalnya, Akmal dan Doddy menjadi tertuduh utama. Akmal yang pertama melihat Liana dalam tragedi lingerie, sedangkan Doddy adalah playboy yang pernah menyatakan cinta pada Liana sebelum pernikahannya.

Archie, yang menggemari cerita detektif, berhasil ‘mendapatkan’, bukan menemukan, siapa XX, sosok misterius yang cukup cerdas dan licin ini. Tentunya bukan Akmal dan Doddy.

Saya tak bisa berhenti membaca, penasaran hingga cerita berakhir. Penulis mahir sekali membolak-balik perasaan, memaparkan fakta-fakta, sekaligus menyelipkan selintas clue tentang siapa si XX ini. Tegang sekali.

Donna adalah wanita yang mengalami trauma, akibat kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya kepada ibunya. Pernikahannya dengan Archie bukan dilandasi cinta. Namun siapa sangka, Archie yang awalnya dikenal pendiam dan kaku, menjadi ‘pahlawan’ dalam kehidupan hampanya.

Wanita seperti Donna, biasanya terlahir menarik, cerdas, banyak teman, namun ada rongga senyap yang tak terjamah kasih sayang. Pada sebagian dari mereka, kesulitan hidup dan trauma membuatnya tampil sebagai pribadi yang menyebalkan.

Di sini, kita kembali belajar kekuatan memaafkan, bahwa memang memaafkan adalah untuk diri kita sendiri, untuk kedamaian hidup. Dosa orang lain itu urusan Tuhan, bukan perhitungan kita.

Masih ada laki-laki baik, yang setia dan mencintai istrinya apa adanya, yang mau menempuh jalan susah demi rumah tangga yang langgeng. Laki-laki atau suami itulah yang sebenarnya melengkapi ‘keperkasaan’ seorang wanita yang telah ditempa kehidupan, dihajar trauma, dan dimusuhi kebahagiaan.

Penasaran, ikut jengkel, lalu sedih 😦

Advertisements

Published by

esthy wika

Menjadi ibu, menjadi istri, menjadi aku dan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s