A Series Of Grudges

Judul buku: The Count of Monte Cristo
Penulis: Alexander Dumas
Penerbit: Bentang Pustaka, 2011
Tebal: 563 halaman

Sudah difilmkan lima kali dan syukurlah, saya belum nonton sama sekali, sehingga buku ini masih ‘suci’ dari imaji harapan. Hanya pengantar yang sangat singkat, tentang awal kisah dari sejumlah intrik yang sangat Hollywood. Sangat Holmes. Hampir sempurna dan tahu segalanya 😉

Edmond Dantes, seorang awak kapal jujur yang terjebak oleh kecemburuan rekan kerjanya, Danglars. Ayahnya mati kelaparan dan calon istrinya, Mercedes, dinikahi oleh Fernand Mondego. Dengan bantuan seorang pemilik bar bernama Caderrousse, Danglars dan Fernand bekerjasama melaporkan tuduhan makar atas Edmond. Tuduhannya adalah sebagai pendukung Bonapartis, atas ijin penuntut umum bernama Villefort. Bahkan sampai dipenjara pun, Edmond sama sekali tidak tahu bahwa keempat orang itulah yang memiliki andil besar dalam membuat hidupnya menderita.

Edmond hampir bunuh diri karena putus asa, saat dia bertemu dengan Abbe Faria. Pastor yang telah dianggap gila oleh pihak penjara ini, memberinya banyak pengetahuan seperti cara membuat jalan rahasia, menulis, menjahit, membuat senjata; dengan bahan seadanya, seperti tulang ikan dan robekan baju. Tak hanya itu, sebelum meninggal, Abbe juga mewariskan sejumlah besar kekayaan di pulau Monte Cristo.

Edmond melarikan diri dengan cara menukar mayat Abbe yang sudah terbungkus karung, dengan dirinya. Dari penemuan harta karun itulah, petualangan balas dendam Edmond dimulai. Terpenjara selama 15 tahun dan harta karun yang melimpah ruah, adalah bekal yang memadai demi memuaskan dahaganya akan pembalasan.

Bergelar Count of Monte Cristo, dan sejumlah penyamaran antara lain atas nama Abbe Busoni dan Lord Vilmore, tak banyak kerabat yang mengenalnya. Hanya Mercedeslah, yang telah bergelar Madame of Morcerf, tahu sejak awal berjumpa dengan Count.

Langkah dimulai dari Caderousse, yang berhasil dibutakan dengan permata senilai lima puluh lima franc. Istrinya sendiri terbunuh karena kerakusannya. Caderrousse adalah musuh pertama yang menemui ajal di depan Count, tapi bukan dibunuhnya sendiri.

Danglars yang gila harta, dipertemukan dengan calon menantu pangeran gadungan, yang ternyata pembunuh dan penipu. Anak perempuannya melarikan diri karena malu dan istrinya shocked atas sejumlah skandal yang terjadi dalam hidup mereka.

Albert de Morcerf, anak dari Mercedes dan Fernand, hampir berduel dengan Count, karena Count dianggap telah mempermalukan ayahnya.

Villefort, mengalami tiga kematian secara berurutan di rumahnya. Ibu mertuanya, asisten pribadi dari ayahnya yang lumpuh, dan anak perempuannya. Menyusul, di luar dugaan, istri dan anak lelakinya.

Tragis, atas nama ‘tuhan’ bernama Count of Monte Cristo.

Pelajaran penting yang bisa dipetik:

* Dengan uang melimpah, kita bisa menggerakkan banyak hal sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita, tapi tak kan pernah bisa membeli kebahagiaan.

* Keadaan serba menderita dan serba kekurangan terutama dalam hal materi, memang menyedihkan. Namun dari kondisi itulah, munculnya sejumlah kreasi, keberanian, dan kekuatan.

* Mata dibayar dengan mata. Gigi dibayar dengan gigi. Tapi ingat juga, bahwa baik mata maupun gigi berhubungan dengan jantung, hati, tangan, kaki, sebagai suatu sistem yang berkesinambungan. Boleh jadi kita membalas pada ayahnya, tapi bukankah ada anak istri yang hidup bersamanya. Betapa malang mereka yang tak tahu apa-apa tapi ikut menanggung derita.

Ini sebuah cuplikan favorit, diambil dari surat yang ditulis Count kepada sahabatnya:

“…tidak ada kebahagiaan atau ketidakbahagiaan di dunia ini, yang ada hanyalah perbandingan dari satu keadaan dengan yang lain. Hanya seseorang yang merasa putus asa benar mampu merasakan berkat yang paling tinggi. Adalah penting untuk berkeinginan mati, dengan tujuan mengetahui betapa baiknya kalau hidup…”

(Hal 562)

–>

Advertisements

Published by

esthy wika

Menjadi ibu, menjadi istri, menjadi aku dan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s